Rabu, 21 Mei 2014

busana wanita muslimah terbaik

 
Model baju muslimah sangat banyak dan beragam . Setiap tahun selalu muncul model baju muslimah yang baru . Indonesia bahkan menjadi salah satu trend setter busana muslimah di dunia. Hendaknya kita harus hati-hati tidak setiap pakaian yang berlebel “ baju muslimah” benar- benar sesuai dengan aturan syariat. Ada baiknya kita baca kembali aturan aturan syar’i tentang pakaian muslimah untuk mengukur apakah semua model pakaian layak di sebut baju muslimah yang benar atau tidak sama sekali?



 Pertama, menutup aurat
Rasulullah bersabda, “ ........sesungguhnya apabila wanita sudah baligh (sudah haid) tidak boleh di lihat dari padanya kecuali ini dan ini, sambil mengisyaratkan kepada muka dan telapak tangannya.” (HR. Abu Daud)
 Di katakan menutup aurat jika baju tersebut berbahan tidak transparan (tebal) longgar tidak membentuk lekukan tubuh.


Kedua, warna yang tidak mencolok
Tidak harus hitam karena para shahabiyah juga pernah memakai baju selain hitam , misalnya hijau tua,meskipun warna yang gelap lebih baik.
Dari Ibrahim (An-Nakha’i) bahwasannya ia bersama ‘Aiqamah dan Al-Aswad masuk menemui istri-istri Nabi saw. Maka ia melihat mereka mengenakan mantel berwarna merah.” [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi syaibah dalam Al-Mushannaf, Kitaabul-Libaas waz-Zaiinah 8/371]
Mengenai hiasan, sebaiknya dihindari karena hiasan termasuk ziinah yang tidak boleh ditampakkan seperti disebutkan dalam ayat, “ Janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka .” (QS. An-nur: 31).
Meskipun para ulama mempebolehkan jahitan asalkan tidak terlalu mencolok.


Ketiga, bukan pakaian syuhrah atau menyerupai pakaian orang fisik.
Rasulullah saw bersabdah:
“ Barang siapa memakai pakaian syuhrah , Allah akan memakaikan padanya kahinaan pada hari kiamat kemudian dia bakar padanya didalam neraka.” (HR. Abu dawud, no:4030; ibnu majah)
Nah , para muslimah, silahkan lihat kembali pakaian anda. Sesuaikan dengan aturan-aturan Allah dalam syarat-Nya. Dan yakinlah bahwa kecantikan sejati ada pada pakaian yang sesuai aturan-Nya. Semoga Allah memudahkan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Wallahua’lam.

1 komentar: